Formulasi Biskuit Buah Naga dan Daun Kelor untuk Mencegah Anemia

Efri Tri Ardianto, Yani Subaktilah, Alinea Dwi Elisanti

Sari

Angka kejadian anemia pada remaja putri pada tahun 2018 mencapai angka yang sangat fantastis yaitu 48,9%. Tingginya prevalensi anemia adalah karena kehilangan darah kronis, asupan zat besi yang tidak memadai, penyerapan yang tidak memadai, ataupun peningkatan kebutuhan zat besi. Dampak anemia dapat menyebabkan penurunan pada daya tahan tubuh, aktivitas, produktivitas, prestasi belajar, kebugaran dan tidak mencapai tinggi badan yang optimal. Suplementasi tablet tambahan darah (TTD) yang mengandung 60 mg zat besi dan 400 ug asam folat merupakan program yang kurang efektif, TTD tidak dikonsumsi karena rasanya tidak enak dan bau amis. Inovasi yang dapat dilakukan untuk memberikan pengganti produk suplementasi TTD adalah formula biskuit besi tinggi berbasis buah dan sayuran. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat formula biskuit menggunakan bahan nabati yaitu buah naga dan daun kelor. Metode yang digunakan adalah action research dengan pendekatan deskriptif. Pembuatan formula biskuit buah naga dan daun kelor pada penelitian ini adalah bubur buah naga 10% dan tepung daun kelor 2.5%, 5%, 7.5% dengan komposisi tambahan tepung terigu, tepung daun kelor, bubur buah naga, gula halus, margarin, tepung maizena, susu bubuk, baking powder garam, kuning telur dan air. Pengeringan menggunakan oven dengan suhu 18 °C selama 20 menit. Penelitian ini masih harus dilakukan pada tahapan selanjutnya yaitu uji organoleptik, uji mutu, uji proksimat, uji daya simpan dan uji SSA (Spektrofotometri Serapan Atom).

Kata Kunci

anemia; biscuit; dragon fruit; moringa leaf

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Amareta, D. I. and Ardianto, E. T. (2018) ‘Pendampingan Kader Kesehatan Remaja dalam Pencegahan Anemia pada Remaja Putri’, Prosiding Politeknik Negeri Jember, pp. 152–155.

Ardianto, E. T. et al. (2019) ‘Biscuit Organoleptic Test of Dragon Fruit ( Hylocereus Polyrhizus ) and Moringa Leaves for Anemia’, The second international conference on food and Agriculture, 2(1), pp. 558–564.

Ardianto, E. T. and Elisanti, A. D. (2019) ‘Modeling Risk Factors of Dysmenorrhea in Adolescent’, Journal of Global Research in Public Health, 4(1), pp. 47–53.

Arisman, M. B. (2004) Gizi dalam daur kehidupan. Jakarta: EGC.

Departemen Kesehatan RI (2011) Uji aktivitas antioksidan ekstrak (Survei kesehatan rumah tangga (SKRT). Jakarta.

Elisanti, A. D. and Ardianto, E. T. (2020) Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Kuantitatif Bidang Kesehatan. Jember: Polije Press.

Kementrian Kesehatan RI (2013) Riset kesehatan dasar. Jakarta.

Kementrian Kesehatan RI (2018) Pedoman Gizi Seimbang.

Kurniawati, I. and Fitriyya, M. (2018) ‘Karakteristik Tepung Daun Kelor Dengan Metode Pengeringan Sinar Matahari’, 1, pp. 238–243.

Permatasari, T., Briawan, D. and Madanijah, S. (2018) ‘Efektifitas Program Suplementasi Zat Besi pada Remaja Putri di Kota Bogor’, Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 14(1), p. 1. doi: 10.30597/mkmi.v14i1.3705.

Rudianto, Aminuddin, S. and Sriah, A. (2013) Studi Pembuatan Dan Analisis Zat Gizi Pada Produk Biskuit Moringa Oleifera Dengan Subtitusi Tepung Daun Kelor. Universitas Hasanuddin. Available at: http://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/123456789/11378/RUDIANTO K21110308.pdf;sequence=1.

Saloko, S. et al. (2018) ‘SIFAT FISIKOKIMIA DAN SENSORIS BERAS ANALOG FUNGSIONAL TERSUPLEMENTASI DAUN KELOR DAN RUMPUT LAUT Sargassum sp.

Soewitomo, S. (2006) Kue Kering. Jakarta: Gramedia Pustaka Tama.

Wulansari, A. dan N. S. (2017) Blanching, Laporan Praktikum Teknologi Pengolahan Pangan II. Purwokerto

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.